ASSALAMU'ALAIKUM ..... SELAMAT DATANG DI BLOG INI ..... SELAMAT BERPARTISIPASI ..... DAN yang pasti ..... TETAP TEGAR!

Kesabaran tiada batas

Minggu, 28 Juni 2009 0 komentar


Tersebutlah Urwah bin Az Zubair Ra. - seorang tabi’i putera Asma binti Abi Bakar Asshidiq Ra. – yang tengah menderita penyakit kanker pada tulang betisnya. Para tabib menasehatinya supaya kaki tersebut dipotong saja hingga lutut.

Urwah menerima takdir Allah Ta’ala dan menyetujui nasehat tabib agar kakinya dipotong. Sebelum operasi dimulai para tabib memerintahkan supaya Urwah menggunakan madat sebagai obat bius agar saat kakinya dipotong dirinya tidak terlampau merasa sakit. Akan tetapi perintah para tabib tersebut ditolak Urwah, dengan berkeras hati ia berkata, “Na’udzubillah! Tidak mungkin aku menggunakan madat untuk menghilangkan pikiranku dari memikirkan keagungan Allah Ta’ala.”

Tentu saja para tabib memprotes ketidakmauan Urwah tersebut, “Lalu bagaimana kami bisa melakukan operasi bila engkau tidak menggunakan madat?”

Urwah memberikan jalan keluar kepada para tabib tersebut, “Biarkanlah aku mendirikan sholat. Ketika aku sudah bertakbiratul ihram bersiap-siaplah kalian dengan peralatan kalian, kalau aku sedang duduk membaca syahadat mulailah kalian memotong kakiku. Pada waktu itu, InsyaAllah aku tidak sedang memikirkan dunia dan aku akan melayangkan sukmaku ke hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Hingga akhirnya pekerjaan amputasi itu berhasil dengan baik walaupun Urwah merasa lemas tidak bertenaga karena tubuhnya banyak mengeluarkan darah. Sesaat setelah operasi dilaksanakan Urwah memanggil putera sulungnya. Namun tidak seperti biasanya Urwah tidak mendapat jawaban atas panggilan terhadap putera sulungnya tersebut, sehingga Urwah pun mengeluh, “Innalillah, belum pernah aku memanggilnya lalu dia tidak segera datang. Ada apa gerangan dengan puteraku itu?”

Tak berapa lama kemudian beberapa orang mengabarkan kepada Urwah bahwa puteranya mengalami musibah, ia terjatuh dari atap rumahnya hingga meninggal. Banyak orang yang seketika menghampirinya untuk menyatakan duka cita kepada Urwah atas kematian puteranya.

Urwah memegang kakinya yang baru saja dipotong seraya berkata, “Ya Robbi, Engkau telah menganugerahkan dua kaki kepadaku. Engkau telah mengambil kembali yang sebuah dan meninggalkan kepadaku yang sebuah lainnya. Aku panjatkan puji kepada-Mu atas apa yang telah Engkau ambil kembali dan aku panjatkan syukur kepada-Mu atas apa yang Engkau tinggalkan kepadaku. Engkau telah menganugerahkan kepadaku dua orang putera. Engkau telah mengambil yang sulung dan meninggalkan yang bungsu kepadaku. Aku panjatkan puji kepada-Mu atas apa yang telah Engkau ambil kembali dan aku panjatkan syukur kepada-Mu atas apa yang Engkau tinggalkan.”

Sesaat setelah mengakhiri kalimatnya Urwah memegang dan membalut kakinya yang baru saja dipotong seraya berkata, “Alhamdulillah, aku tidak pernah membawamu ke tempat-tempat yang tidak diridhai Allah Ta’ala.”

0 komentar: to “ Kesabaran tiada batas so far...