Kekayaan seorang Pemimpin
Minggu, 27 Desember 2009 Label: Kisah Islami 0 komentar
Setelah bertahun-tahun berjuang dan mengalami penderitaan, misi suci Rasulullah Muhammad saw. akhirnya meraih kejayaan di semenanjung Arab. Panji-panji Islam berkibar di wilayah-wilayah yang luas meliputi cakrawala Persia dan Syria. Harta yang berlimpah ruah mengalir ke Madinah dari berbagai negeri persemakmuran Islam.
Di antara putra-putri Rasulullah, hanya Fatimah yang masih hidup saat itu. Sang ayah sangat mencintai putri satu-satunya itu. Setiap kali Fatimah datang, Rasulullah selalu menerimanya dengan penuh kasih sayang. Demikan pula halnya dengan Fatimah, setiap kali ayahnya datang, ia selalu merebahkan dirinya dalam dekapan sang ayah kemudian Rasulullah mendudukkan Fatimah di samping beliau sembari menyeka keringat yang membasahi wajah putri beliau dengan sapu tangannya atau meraba dahi putrinya untuk mengecek kesehatan sang putri.
Suatu hari Fatimah datang menemui Rasulullah. Setelah saling menanyakan kabar dan kesehatan masing-masing, Fatimah berkata kepada sang ayah dengan nada letih, “Ayah, terlalu banyak mulut yang harus disuapi di rumahku. Aku dan suamiku, tiga putra kami, empat keponakan, seorang pembantu, belum lagi tamu-tamu yang datang silih berganti. Aku harus memasak sendirian untuk mereka semua. Aku merasa sangat letih dan kecapekan. Aku mendengar banyak tawanan wanita yang baru saja datang ke Madinah. Jika ayah bersedia memberiku salah seorang dari mereka untuk membantuku, itu akan menjadi pertolongan yang sangat berharga bagiku.”
“Sayangku, semua kekayaan dan tawanan perang yang engkau lihat adalah milik masyarakat muslim. Aku hanyalah bendahara, tugasku adalah mengumpulkan mereka dari berbagai wilayah dan membagi-bagikan mereka kepada orang-orang yang miliki hak atas itu semua. Dan engkau bukan termasuk yang memiliki hak, wahai anakku, oleh karena itu aku tidak bisa memberimu sesuatu pun dari kekayaan negara ini,” jawab Rasulullah dengan suara parau.
Kemudian beliau melanjutkan, “Dunia ini adalah tempat untuk beramal maka lakukan tugas-tugasmu dengan baik. Jika engkau merasa lelah, ingatlah Allah dan mintalah pertolongan kepada-Nya niscaya Dia akan memberimu ketabahan dan kekuatan.”

