ASSALAMU'ALAIKUM ..... SELAMAT DATANG DI BLOG INI ..... SELAMAT BERPARTISIPASI ..... DAN yang pasti ..... TETAP TEGAR!

Renungan di awal november

Minggu, 02 November 2008 0 komentar


Kalau saja sebelum dilahirkan dulu saya tahu bahwa hidup ini berat untuk dijalani, apa saya masih mau dilahirkan ke dunia ini ya? Tapi kalau pun saya menjawab tidak, saya akan jadi apa? Kemungkinan besar saya nggak akan jadi apa-apa. Saya akan menjadi ‘sesuatu’ yang tidak pernah dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup. Selamanya akan menjadi sesuatu yang bukan apa-apa! Hiii … kondisi yang sangat mengerikan!

Kalau dipikir lebih jauh dalam menjalani kehidupan ini masing-masing dari kita bahkan bagaikan raja, sebab semua benda yang Alloh ciptakan di sekeliling kita senantiasa berbuat untuk mendukung setiap langkah kita. Matahari contohnya. Walau kadang terasa menyengat, matahari tak pernah memancarkan panas yang akan membuat kita mati, angin yang menyejukkan senantiasa bertiup lembut di sela sengatan matahari. Dan matahari pun tak pernah berinisiatif untuk memperpanjang waktu terbitnya, ia senantiasa legowo bergeser ke sisi bumi yang lain jika saatnya telah tiba, dan memberi kesempatan kepada kita untuk beristirahat. Itu baru satu contoh saja, nggak sulit untuk mencari berjuta contoh lainnya.

Satu-satunya kesalahan yang kerap berulang kita perbuat adalah lalai. Kita lalai untuk menyadari bahwa kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita musti berbagi fasilitas hidup dengan penghuni bumi yang lain, berbagi matahari, berbagi udara, berbagi tanah, berbagi air, berbagi hewan dan tumbuhan. Dan semestinya kita tidak sulit berbagi karena kita sudah diberi modal oleh Alloh untuk melakukan hal itu. Modal itu adalah hati, hati yang di dalamnya tersimpan kasih sayang.

Read full post >>

Raja yang sebenarnya

Sabtu, 01 November 2008 0 komentar


Pada suatu ketika Khalifah Harun Ar-Rasyid berkunjung ke pelosok desa Ar-Riqqah yang berjarak puluhan kilometer dari istananya di Baghdad. Pada saat yang bersamaan desa tersebut tengah kedatangan seorang ulama terkemuka yaitu Abdullah bin Mubarak yang terkenal tegas dalam membela kebenaran, beliau juga dikenal sebagai ulama yang tak segan mengritik penguasa.

Masyarakat desa berbondong-bondong menyambut kedatangan Abdullah bin Mubarak. Mereka beramai-ramai mendatangi masjid yang disinggahi Abdullah untuk meminta nasihat maupun siraman rohani. Kondisi tersebut secara otomatis menjadikan tempat menginap Khalifah Harun Ar-Rasyid terasa sunyi senyap. Khalifah pun bertanya kepada salah seorang pengawalnya, "Kemana perginya penduduk daerah ini?"

"Mereka semua berkumpul di masjid."

"Ada apa disana?"

"Seorang ulama terkenal, Abdullah bin Mubarak yang datang dari Khurasan sedang memberi ceramah dan petuah-petuah agama."

Didorong oleh rasa penasaran sang Khalifah segera menuju masjid tersebut. Di masjid itu sang Khalifah menyaksikan begitu banyak orang yang rela berdesak-desakkan untuk mendengarkan nasihat-nasihat yang menyejukkan hati dari Abdullah bin Mubarak.

Pemandangan tersebut membuat sang Khalifah Harun Ar-Rasyid tertunduk hingga ia pun berkata, "Demi Allah! Sesungguhnya ulama inilah raja yang sebenarnya. Rakyat mendatanginya dengan penuh keikhlasan dan kerelaan hati. Tidak seperti Harun Ar-Rasyid, para pejabat datang kepadanya dengan menampakkan rasa hormat karena mengharap jabatan dan kekayaan."

Read full post >>