Buah dari kezhaliman
Sabtu, 21 Februari 2009 Label: Kisah Islami 0 komentarDari Amr bin Dinar ia berkata; tatkala seorang Bani Israil sedang bersantai di tepi laut tiba-tiba datang seorang lelaki yang berteriak-teriak dengan suara lantang, “Ingatlah! Barang siapa melihat apa yang terjadi pada diriku maka ia akan dapat mengambil pelajaran. Dan aku peringatkan kepada kamu, janganlah kamu menganiaya siapapun!” Setelah seorang Bani Israil mendengar ucapan lelaki itu, iapun segera mendekatinya lalu berkata, “Wahai hamba Allah! Mengapa anda berkata demikian? Apa sesungguhnya kesalahan yang telah anda lakukan?”
Orang itu menjawab, “Ketahuilah, dulu aku seorang polisi. Pada suatu hari aku pergi ke tepi laut dan aku melihat seorang nelayan yang sedang membawa ikan. Kemudian aku meminta ikan itu tetapi si nelayan tidak memberikannya. Pada akhirnya akupun menawarkan untuk memberi ikan itu tetapi ia tetap menolaknya. Maka aku pukul nelayan itu dengan pecutku dan aku rampas ikannya. Hingga nelayan itu pun pergi. Di luar dugaanku tiba-tiba ibu jariku terasa sakit karena digigit ikan tersebut. Aku coba melepaskan gigitannya tapi sia-sia. Hampir saja aku merasa putus asa namun akhirnya ikan itu lepas juga. Beberapa saat kemudian ibu jariku pun bengkak akibat gigitannya. Aku pun pergi ke dokter untuk memeriksakannya dan setelah diperiksa, dokter itu berkata bahwa penyakitku tidak akan sembuh kecuali jika ibu jariku dipotong dan jika aku tidak mau maka hal itu dapat membawa pada kematianku. Aku mengikuti nasehat dokter itu. Aku memutuskan untuk memotongnya. Lama kelamaan penyakit itu menular ke telapak tanganku hingga karena menhan rasa sakit aku tidak dapat tidur dengan nyenyak. Aku pergi ke dokter untuk kedua kalinya. Ia memeriksa penyakitku. Setelah itu ia menganjurkan aku memotong telapak tanganku. Dalam memutuskan keputusan yang kedua ini terasa berat bagiku walau akhirnya aku lakukan juga.
Selang beberapa hari penyakitku naik ke tangan sehingga menyebabkan aku gelisah, makan tak enak tidur tak nyenyak. Jalan terakhir aku tempuh dengan memotong tanganku. Ternyata penyakitku masih juga menular ke lengan. Lenganku dipotong hingga batas bahu. Dan ketika lenganku dipotong ada seseorang bertanya kepadaku, “Apakah sebab penyakitmu itu?” Aku jawab dan aku beritakan tentang ikan itu kepadanya. Lalu ia berkata, “Andai anda segera minta maaf pada si nelayan ikan itu niscaya anda tidak akan sampai memotong lengan anda itu. Kini kuanjurkan, segeralah pergi mencari nelayan itu dan mintalah maaf sebelum penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh anda.”
Maka alu cepat-cepat mencari nelayan itu untuk meminta maaf atas kesalahanku. Dan ketika aku bertemu dengannya aku segera mencium kakinya sambil menangis, lalu aku berkata, “Tuan, aku datang untuk meohon maaf kepadamu.” Nelayan itu bertanya, “Siapa anda?” Akupun menjawab bahwa aku adalah orang yang merampas ikannya dulu. Lalu kuceritakan secara panjang lebar semua yang terjadi pada diriku. Kuperlihatkan pangkal lenganku yang telah putus sehingga ia menangis seraya berkata, “Aku maafkan segala kesalahan anda.” Setelah itu aku bertanya, “Apakah anda berdo’a kepada Allah ketika ikan-ikan itu kurampas?” Ia menjawab, “Ya saya berdoa; ‘Ya Allah, orang itu telah menganiayaku dengan kekuasaannya atas kelemahanku, maka balaslah ia dan datangkanlah padaku bukti atas kekuasaan-Mu terhadap orang itu.’” Aku menjawab, “Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya kepadamu terhadap diriku.” Sekarang aku bertaubat pada Allah atas segala kesalahanku.”
Orang itu menjawab, “Ketahuilah, dulu aku seorang polisi. Pada suatu hari aku pergi ke tepi laut dan aku melihat seorang nelayan yang sedang membawa ikan. Kemudian aku meminta ikan itu tetapi si nelayan tidak memberikannya. Pada akhirnya akupun menawarkan untuk memberi ikan itu tetapi ia tetap menolaknya. Maka aku pukul nelayan itu dengan pecutku dan aku rampas ikannya. Hingga nelayan itu pun pergi. Di luar dugaanku tiba-tiba ibu jariku terasa sakit karena digigit ikan tersebut. Aku coba melepaskan gigitannya tapi sia-sia. Hampir saja aku merasa putus asa namun akhirnya ikan itu lepas juga. Beberapa saat kemudian ibu jariku pun bengkak akibat gigitannya. Aku pun pergi ke dokter untuk memeriksakannya dan setelah diperiksa, dokter itu berkata bahwa penyakitku tidak akan sembuh kecuali jika ibu jariku dipotong dan jika aku tidak mau maka hal itu dapat membawa pada kematianku. Aku mengikuti nasehat dokter itu. Aku memutuskan untuk memotongnya. Lama kelamaan penyakit itu menular ke telapak tanganku hingga karena menhan rasa sakit aku tidak dapat tidur dengan nyenyak. Aku pergi ke dokter untuk kedua kalinya. Ia memeriksa penyakitku. Setelah itu ia menganjurkan aku memotong telapak tanganku. Dalam memutuskan keputusan yang kedua ini terasa berat bagiku walau akhirnya aku lakukan juga.
Selang beberapa hari penyakitku naik ke tangan sehingga menyebabkan aku gelisah, makan tak enak tidur tak nyenyak. Jalan terakhir aku tempuh dengan memotong tanganku. Ternyata penyakitku masih juga menular ke lengan. Lenganku dipotong hingga batas bahu. Dan ketika lenganku dipotong ada seseorang bertanya kepadaku, “Apakah sebab penyakitmu itu?” Aku jawab dan aku beritakan tentang ikan itu kepadanya. Lalu ia berkata, “Andai anda segera minta maaf pada si nelayan ikan itu niscaya anda tidak akan sampai memotong lengan anda itu. Kini kuanjurkan, segeralah pergi mencari nelayan itu dan mintalah maaf sebelum penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh anda.”
Maka alu cepat-cepat mencari nelayan itu untuk meminta maaf atas kesalahanku. Dan ketika aku bertemu dengannya aku segera mencium kakinya sambil menangis, lalu aku berkata, “Tuan, aku datang untuk meohon maaf kepadamu.” Nelayan itu bertanya, “Siapa anda?” Akupun menjawab bahwa aku adalah orang yang merampas ikannya dulu. Lalu kuceritakan secara panjang lebar semua yang terjadi pada diriku. Kuperlihatkan pangkal lenganku yang telah putus sehingga ia menangis seraya berkata, “Aku maafkan segala kesalahan anda.” Setelah itu aku bertanya, “Apakah anda berdo’a kepada Allah ketika ikan-ikan itu kurampas?” Ia menjawab, “Ya saya berdoa; ‘Ya Allah, orang itu telah menganiayaku dengan kekuasaannya atas kelemahanku, maka balaslah ia dan datangkanlah padaku bukti atas kekuasaan-Mu terhadap orang itu.’” Aku menjawab, “Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya kepadamu terhadap diriku.” Sekarang aku bertaubat pada Allah atas segala kesalahanku.”


0 komentar: to “ Buah dari kezhaliman ” so far...
Posting Komentar