ASSALAMU'ALAIKUM ..... SELAMAT DATANG DI BLOG INI ..... SELAMAT BERPARTISIPASI ..... DAN yang pasti ..... TETAP TEGAR!

Melunakkan Hati dengan Sayang

Kamis, 15 Mei 2008 0 komentar


Diriwayatkan, seorang lelaki bangsa Arab bernama Tsamamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah, pergi ke kota Madinah Al Munawarah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Dengan tekad bulat dan semangat kuat ia pergi mendatangi majelis Rasulullah SAW.

Umar bin Khattab yang sudah mencium maksud jahat kedatangan orang itu segera menghampirinya dan langsung mengusut, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang Musyrik?!”

Orang itu dengan terang-terangan berkata, “Aku datang ke kota ini hanya untuk membunuh Muhammad!!”

Mendengar perkataan keji itu Umar dengan cepat dan tangkas langsung melucuti pedangnya sekaligus meringkus orng itu. Kemudian orang itu diikat di salah satu tiang masjid.

Umar bin Khattab segera melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah namun Rasulullah SAW yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam tidaklah menanggapi positif perbuatan sahabatnya itu. Rasulullah segera keluar meninggalkan rumahnya untuk menemui orang yang hendak membunuhnya. Setelah tiba di tempat yang ditunjukkan, Rasulullah mengamati wajah orang yang hendak membunuhnya, sementara itu Umar sudah tidak sabar menunggu perintahnya untuk memenggal leher orang yang bermaksud jahat itu.

Sesudah mengamati wajah orang itu dengan cermat Rasulullah lalu menoleh kepada para sahabatnya dan bertanya, “Apakah ada diantara kalian yang sudah memberinya makan?”

Umar terdiam sejenak mendengar pertanyaan tersebut. Dirinya yang sejak tadi menunggu diperintah membunuh malah ditanya tentang pemberian makan kepada orang itu. Umar seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya maka dia bertanya, “Makanan apa yang baginda maksudkan, ya Rasulullah? Makanan apa yang dia makan? Orang ini datang kesini sebagai pembunuh, bukan datang untuk masuk Islam!” namun Rasulullah tidak menghiraukan ucapan Umar bahkan beliau memerintahkan, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku dan buka tali pengikat orang itu!”

Diam-diam Umar bin Khattab memendam amarahnya yang begitu besar pada si Musyrik itu. Sesudah orang itu diberi minum, Rasulullah memerintahkan dengan sopan kepadanya, “Ucapkanlah “Tiada tuhan selain Allah.”” Si Musyrik menjawab, “Aku tidak akan mengucapkannya.” Rasulullah berkata lagi, “Katakanlah: “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah.”” Namun orang itu tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengatakannya.”

Rasulullah SAW. Kemudian memutuskan untuk membebaskan orang itu. Tak lama kemudian orang musyrik itupun bangkit dan pergi seolah-olah hendak kembali ke negerinya. Tapi belum seberapa jauh ia melangkah dari masjid dia kembali kepada Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi “Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Rasulullah bertanya kepadanya, “Kenapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?”

Orang itu menjawab, “Aku tidak mau mengucapkannya ketika aku masih belum kau bebaskan karena aku khawatir ada orang yang menganggap aku masuk Islam karena aku takut kepadamu. Akan tetapi setelah aku dibebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keridhaan Allah Robbul ‘alamin.”

Pada suatu kesempatan Tsamamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tidak ada seorangpun yang paling aku benci lebih dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota ini, tidak seorang pun di muka bumi ini yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

0 komentar: to “ Melunakkan Hati dengan Sayang so far...