ASSALAMU'ALAIKUM ..... SELAMAT DATANG DI BLOG INI ..... SELAMAT BERPARTISIPASI ..... DAN yang pasti ..... TETAP TEGAR!

Wanita berhati emas

Minggu, 25 Oktober 2009 0 komentar


Pada suatu hari, Hasan dan Husain – cucu Rasulullah saw – menderita sakit parah. Menghadapi kondisi ini kedua orang tua mereka - Ali dan Fatimah putri Rasulullah - sangatlah kebingungan. Melihat ondisi kedua putranya Ali dan Fatimah ra. pun bernazar jika atas kemurahan Allah swt. kedua putra mereka kelak sembuh maka mereka akan berpuasa selama tiga hari berturut-turut.

Allah swt. mendengar doa Fatimah dan Ali sehingga tidak lama setelah itu Hasan dan Husain pun kembali pulih kesehatannya. Dengan diliputi perasaan gembira kedua orang tua merekapun memulai puasa nazar mereka.

Matahari turun di ufuk barat dan hari pertama puasa mereka pun berakhir. Ali dan Fatimah berbuka puasa dengan segelas air dan kemudian melaksanakan shalat maghrib. Tatkala mereka tengah bersiap-siap menyantap makanan berupa sedikit roti gandum tiba-tiba terdengar suara ratapan seseorang. ‘’Demi cintaku kepada Allah, sembuhkanlah rasa laparku dan selamatkanlah keluargaku dari kelaparan.’’

Fatimah melirik ke arah suaminya dan berkata, ‘’Bagaimana mungkin kita menampik permintaan pengemis itu sementara kita makan hingga kenyang?’’

Ali menyetujui pendapat istrinya. Merasa gembira dengan reaksi suaminya, Fatimah mengemas semua roti dan bergegas menuju pintu untuk memberikan roti itu kepada si pengemis. Dan pada malam hari itu tak seiris roti pun melewati mulut mereka.

Hari kedua puasa tiba dan berakhir dengan terbenamnya matahari. Setelah menunaikan shalat maghrib, mereka bersiap-siap menyantap sedikit roti untuk berbuka. Belum lagi bibir mereka menyentuh roti, lagi-lagi terdengar suara meratap meinta-minta.

Segera Fatimah bergegas membuka pintu dan diambang pintu ia melihat dua anak yatim yang tengah meminta-minta makanan dengan suara penuh iba. Kembali pemandangan itu menyentuh hati Fatimah. Dengan suara penuh kelmbutan Fatimah kembali berkata kepada Ali suaminya, ‘’Sudah menjadi perintah Allah dan Rasul-Nya bahwa kita seyogyanya membantu orang-orang miskin. Biarkan kedua anak yatim itu memakan makanan kita!’’

Terpacu oleh semangat istrinya untuk menolong dua anak yatim tersebut, Ali menyetujui kata-kata istrinya dan merekapun melewatkan malam yang kedua tanpa menyantap sesuap makanan pun.

Dengan semangat yang kukuh, Ali dan Fatimah memenuhi kewajiban puasa nazar mereka di hari berikutnya.

Rasulullah saw. sangat berbahagia tatkala mendengar sekelumit kisah ini sebab ia telah menjadi ayah dari seorang wanita yang berhati emas.

0 komentar: to “ Wanita berhati emas so far...