Renungan di awal november
Minggu, 02 November 2008 Label: Kisah Pribadi 0 komentar
Kalau saja sebelum dilahirkan dulu saya tahu bahwa hidup ini berat untuk dijalani, apa saya masih mau dilahirkan ke dunia ini ya? Tapi kalau pun saya menjawab tidak, saya akan jadi apa? Kemungkinan besar saya nggak akan jadi apa-apa. Saya akan menjadi ‘sesuatu’ yang tidak pernah dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup. Selamanya akan menjadi sesuatu yang bukan apa-apa! Hiii … kondisi yang sangat mengerikan!
Kalau dipikir lebih jauh dalam menjalani kehidupan ini masing-masing dari kita bahkan bagaikan raja, sebab semua benda yang Alloh ciptakan di sekeliling kita senantiasa berbuat untuk mendukung setiap langkah kita. Matahari contohnya. Walau kadang terasa menyengat, matahari tak pernah memancarkan panas yang akan membuat kita mati, angin yang menyejukkan senantiasa bertiup lembut di sela sengatan matahari. Dan matahari pun tak pernah berinisiatif untuk memperpanjang waktu terbitnya, ia senantiasa legowo bergeser ke sisi bumi yang lain jika saatnya telah tiba, dan memberi kesempatan kepada kita untuk beristirahat. Itu baru satu contoh saja, nggak sulit untuk mencari berjuta contoh lainnya.
Satu-satunya kesalahan yang kerap berulang kita perbuat adalah lalai. Kita lalai untuk menyadari bahwa kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita musti berbagi fasilitas hidup dengan penghuni bumi yang lain, berbagi matahari, berbagi udara, berbagi tanah, berbagi air, berbagi hewan dan tumbuhan. Dan semestinya kita tidak sulit berbagi karena kita sudah diberi modal oleh Alloh untuk melakukan hal itu. Modal itu adalah hati, hati yang di dalamnya tersimpan kasih sayang.


0 komentar: to “ Renungan di awal november ” so far...
Posting Komentar